Kapan Menggunakan Kompres Hangat dan Dingin Saat Cedera

Kapan Menggunakan Kompres Hangat dan Dingin Saat Cedera

Tubuh kita sangat rentan mengalami cedera, entah itu karena terlalu lama duduk saat bekerja atau karena terlalu intens saat berolahraga. Hal ini bisa berujung pada nyeri dibagian leher, punggung, kaki atau persendian lainnya.

Beberapa orang memilih mengoleskan balsam atau pereda nyeri untuk mengatasi cedera ini. Namun ada juga yang menggunakan kompresan es dan air hangat. Namun banyak yang kemudian kebingungan, kapan harus menggunakan kompres air hangat dan kapan menggunakan kompresan es.

Kompres Es

Dengan mengaplikasikan kompresan es atau air dingin ke daerah yang cedera, akan merangsang penyempitan aliran darah yang menuju ke area yang sedang cedera. Saat terjadi luka dan darah keluar, air es yang dingin bisa menghambat aliran darah keluar tadi. Jadi kompresan menggunakan es atau air dingin bisa dilakukan untuk cedera bengkak dan memar.

Namun, anda tidak boleh langsung memberikan kompres air dingin atau es pada luka cedera. Anda harus menunggu setidaknya 24 jam dari waktu kejadian cedera. Anda bisa memberikan kompresan es tidak lebih dari 20 menit. Setelah itu angkat kompresan dan biarkan selama 10 menit sebelum memberikan kompresan lagi. Hal ini untuk mencegah terjadinya pembekuan aliran darah yang berujung pada kondisi yang lebih buruk lagi.

Kompres Hangat

Kompres hangat bisa anda berikan untuk luka atau cedera dengan nyeri kronis atau yang tidak membengkak. Otot yang tegang dan kaku bisa dilenturkan dengan kompresan hangat. Namun, jangan berikan untuk kondisi cedera dengan bengkak, karena akan semakin memperburuk luka tersebut.

Untuk menggunakan kompres hangat anda bisa melakukan dengan menggunakan heating pads, atau bantalan pemanas. Anda bisa juga merendam handuk atau lap pada air hangat, dan memerasnya untuk menghindari air yang berlebih saat diaplikasikan ke bagian yang cedera.

Suhu yang disarankan saat menggunakan kompres hangat adalah tidak lebih dari 50 derajat. Sama dengan kompres dingin, batasi kompres hangat selama 20 menit, jangan lebih. Pastikan juga, jangan secara langsung menempelkan kompresan langsung ke kulit. Hal ini untuk menghindari luka bakar atau iritasi pada kulit.